Panto Sihombing (19) gantung diri/tuntun siallagan : batakgaul.com
MEDAN – Panto Sihombing (19), mahasiswa semester tiga pada Politeknik Negeri Medan, ditemukan tewas di kamar kosnya, di Jalan Abdul Hakim, Gang Susuk, Kelurahan PB Selayang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Jumat 6 Januari 2016 malam.
MEDAN – Panto Sihombing (19), mahasiswa semester tiga pada Politeknik Negeri Medan, ditemukan tewas di kamar kosnya, di Jalan Abdul Hakim, Gang Susuk, Kelurahan PB Selayang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Jumat 6 Januari 2016 malam.
Informasi yang dihimpun, jenazah Panto pertama kali ditemukan oleh Good Nyus Simamora (19), sahabat sekaligus teman satu kos yang sama-sama kuliah di Politeknik Negeri Medan.
Kala itu sekira pukul 23.00 WIB, Good Nyus hendak menemui Panto yang menunjukkan perilaku aneh saat mereka berkumpul bersama di kawasan outeringroad Medan. Kala itu Panto yang biasanya akrab dan selalu bersama dengan mereka pulang terlebih dahulu.
“Tadi sama kami di ringroad, tapi dia pulang duluan. Agak aneh dia. Makanya kususul ke rumah (kos). Sampai disini kulihat kamarnya gelap. Karena penasaran aku buka kaca nako kamarnya, lalu kusenter ke dalam. Disitu lah kulihat dia sudah tergantung. Aku langsung kasih tahu ke kawan-kawan kos di samping kamarnya,” terang Good Nyus.
Kapolsek Sunggal Resort Kota Besar (Restabes) Medan, Kompol Daniel Marinduri saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa bunuh diri tersebut. Ia mengaku saat ini jenazah Panto sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan, untuk kebutuhan penyelidikan.
“Iya benar. Motifnya kita belum tahu. Ini masih kita selidiki. Tapi kita tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Jenazah korban sudah kita turunkan dan kita evakuasi ke RS Bhayangkara. Kita juga sudah memeriksa sejumlah saksi dan tengah berkoordinasi dengan keluarga korban di Humbang Hasundutan,” tandasnya.
Sumber : okezone.com
situs Online juga memberitakan : http://www.metro24.co/news/peristiwa/koplak-dari-humbang-hasudutan-kuliah-ke-polmed-eh-malah-gantung-diri/
Foto : Panto Sihombing. lensamedan.com
Sementara itu situs online : batakgaul.com memberitakan juga
Tewas Gantung Diri, Panto Sihombing Diduga Punya Masalah Keluarga
Tuntun Siallagan | Sabtu,
07 Januari 2017 16:01:06
Panto Sihombing (19) gantung diri/tuntun siallagan
Diduga Sihombing memutuskan gantung diri karena
mempunyai masalah keluarga.
"Kata penyidik ada masalah keluarga hingga yang
bersangkutan nekat bunuh diri," ujar Kanit Reskrim Polsek Sunggal Ipda
Martua Manik ketika dikonfirmasi, Sabtu (7/1).
Penelusuran batakgaul.com, korban yang merupakan warga Lintong Ni Huta, Kabupaten Humbang Hasundutan ini pernah membuat status di akun Facebook-nya yang menyiratkan korban sedang mendapat masalah.
"Tuhan pasti memberi jalan yang terbaik,” demikian tulis korban pada 16 September 2016 yang direspons dengan 33 like dan 3 komentar.
Dalam komentar terakhir yang ditulis sekitar 6 jam
yang lalu, akun teman korban bernama Rizky FidoMono P menuliskan: "Selamat
jalan adik kami Panto Sihombing, semoga diterima di sisiNya. Amin."
Sementara itu, keluarga korban sudah menjemput
jenazah korban dari RS Bhayangkara Medan, tadi pagi sekitar pukul 05.00 Wib.
Sebelumnya, warga yang bermukim di seputaran Jalan
Abdul Hakim, Gang Susuk, Kelurahan Padang Bulan Selayang 1, Kecamatan Medan
Selayang, Medan, Sumatera Utara, mendadak geger. Pasalnya, seorang mahasiswa
ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar kosnya bernomor 18 tersebut.
Sumber : batakgaul.com
Usai Nongkrong dengan Temannya, Mahasiswa Polmed Kirim SMS dan Bunuh Diri
Tribun Medan / HO
Panto Sihombing, mahasiswa semester III yang nekat bunuh
diri di rumah kosnya. Belum diketahui pasti apa penyebab korban nekat
mengakhiri hidupnya, Sabtu (7/1/2017)
Laporan Wartawan Tribun Medan / Array A ArgusTRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Warga sekitar Jalan Abdul Hakim No 18, Gang Susuk III, Kelurahan PB Selayang I, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (7/1/2017) dikagetkan dengan adanya satu mahasiswa yang bunuh diri di kamar kosnya.
Menurut informasi yang diterima www.tribun-medan.com mahasiswa yang bunuh diri itu diketahui bernama Panto Sihombing (19) warga Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Mahasiswa Polmed semester III ini sempat mengirim pesan singkat (SMS) lewat ponselnya kepada temannya Good Nyus Simamora (19).
Pesan pamit itu disampaikan Panto
lewat layanan pesan singkat (sms) dalam bahasa batak ke ponsel milik Good Nyus.
"Parmisi Ma Jo Dihamu
Sudelae Dah (Permisi lah untuk kalian semua),”ujar Good Nyus menirukan
bunyi sms tersebut, Sabtu (7/1/2017).
Good Nyus awalnya tak menghiraukan sms tersebut. Tapi belakangan ia curiga karena sore sebelumnya mereka sempat berkumpul bersama di kawasan Jalan Outeringroad Medan, dan Panto tidak menyebutkan pesan apapun.
“Karena curiga aku langsung pulang ke rumah kos. Kebetulan kami satu kos dan kulihat kamar dia gelap. Ku intip dari jendela nako kamarnya. Aku pake senter. Disitu lah kulihat dia sudah dalam posisi tergantung,”sebut Good Nyus.
Begitu mendapat SMS dari korban (Panto), Good yang sekarang menjadi saksi terkejut. Jelang dinihari, saksi pun pergi ke kos korban untuk memastikan kondisinya.
Ketika sampai di kos, Good tak melihat keberadaan temannya itu. "Saya melihat lampu kamar kosnya mati. Karena saya penasaran dan curiga saya langsung mengintip dari jendela dan menyalakan senter dari ponsel saya untuk melihat isi kamar,"katanya kepada www.tribun-medan.com.
Ketika cahaya menembus jendela korban, saksi Good semakin kaget. Ia melihat teman karibnya itu sudah tewas dalam keadaan leher terikat tali.
Mengetahui hal itu, Good langsung melapor kepada kepala lingkungan setempat. Lalu kepala lingkungan meneruskan kematian Panto kepada pihak kepolisian.
Terkait masalah ini, Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri membenarkan kalau mahasiswa yang meninggal yang diduga bunuh diri di Jalan Abdul Hakim No 18.
"Kita langsung menurunkan personel untuk melihat Tempat Kejadian Perkara (TKP),"katanya.
Terkait motif bunuh diri, Daniel belum bisa memastikannya. Ia mengaku tengah menyelidiki kasus ini lebih lanjut.
Mantan Kapolsek Delitua ini mengatakan sebelum meninggal, korban sempat nongkrong dengan teman-temannya dan pamit. Setelah pamit, korban sempat mengirim pesan singkat kepada Good Nyus yang juga menjadi saksi atas kematian Panto.
"Seperti yang saya bilang, kita belum bisa memastikan apakah ini motif bunuh diri atau tidak. Kita masih menyelidiki kasus ini,"ujarnya.
(ray/tribun-medan.com)
No comments:
Post a Comment